Peperangan dan Ambisi - 0. Bayang-bayang
─────────────༺⚔༻─────────────
Disudut perbatasan terlihat seorang bocah berlari sambil meneteskan airmatanya, bahkan untuk berteriak pun ia tak bisa. Dengan perasaan yang hancur lebur ia mencoba melepaskan diri dari kejaran dua prajurit kekaisaran.
Berlari tanpa arah memasuki Hutan Yaban yang dikenal sebagai batas terakhir kota. Ia hanya terus mengikuti pesan ayahnya untuk terus berlari ke hutan tua itu sampai ia menemukan ujungnya.
Dia melesat melalui semak-semak dan tingginya pepohonan, nafasnya terengah-engah dan inderanya meningkat, dia hanya mengandalkan nalurinya.
“Dimana kau bocah bajingan!”
Dua prajurit terus melakukan pengejaran, sepatu bot mereka yang berat menghantam lantai hutan. Teriakan mereka dan dentingan suara gesekan zirah melayang di antara pepohonan.
Kabut yang menggantung di udara mengaburkan jalannya, suasana menjadi menakutkan. Kabut itu seolah menyelimuti dengan selubung magis.
Jantung anak itu berdegup kencang di dadanya, adrenalin mengalir di pembuluh darahnya saat dia mendorong hingga batas fisiknya. Dia tahu melarikan diri dari para prajurit bukan hanya masalah hidupnya sendiri tetapi juga kesempatan untuk mencari keadilan bagi klannya yang telah jatuh.
Di pertengahan jalan ia sudah kehabisan nafas, tenaganya sudah menguap ia bermaksud untuk berhenti sejenak, tetapi ia tak bisa karena dua prajurit itu tak menyerah untuk menangkapnya.
“Aku bisa melihatmu bocah! Berhentilah!”
Keadaan semakin gelap ia hampir tak bisa melihat jalannya karena besar dan lebatnya pepohonan di hutan itu.
Pepohonan semakin menghilang, ia tak sadar tepat didepan matanya adalah sebuah jurang, bocah kecil itu mencoba menghentikan larinya tetapi saat ia mencoba memijakan tumpuannya, ia tergelincir, badan kecilnya berguling-guling, ia tak dapat merasakan tubuhnya lagi.
“Berhenti, itu jurang!”
Terpental kesana-kemari setelah beberapa menit lamanya sampai akhirnya tubuhnya tergeletak di dasar lembah. Ia mencoba meraih kesadarannya tetapi kepalanya merasa berputar-putar hebat. Matanya mencoba mengedip beberapa kali sampai akhirnya ia menyerah dan tak lama hanya gelap yang ia rasakan.
─────────────༺⚔༻─────────────