Anak Ketiga Dari Keluarga Bangsawan Ksatria Zaman Pertengahan - 0. Prolog – Anak Bungsu dari Keluarga Ksatria
- Home
- Anak Ketiga Dari Keluarga Bangsawan Ksatria Zaman Pertengahan
- 0. Prolog – Anak Bungsu dari Keluarga Ksatria
Anak Bungsu dari Keluarga Ksatria
•────────────⋅⋆⋅⚔︎⋅⋆⋅────────────•
Kim Chul-su menghembuskan napas terakhirnya akibat kecelakaan yang tak terduga.
Namun, ia terlahir kembali di dunia yang asing baginya.
Dengan kenangan dari kehidupan sebelumnya masih utuh, Kim Chul-su berusaha menjalani kehidupan barunya dengan setia.
Sayangnya, dunia tempat ia dilahirkan kembali tidak sesuai dengan logika dan pemikiran yang ia kenal selama ini.
Ia pun merasa akan sangat sulit untuk bertahan hidup di dunia yang serba berbeda ini.
─⋅⋆⋅⚔︎⋅⋆⋅─
Klan Kobarov adalah sebuah keluarga ksatria yang memerintah sebuah desa kecil di utara yang sangat tandus.
Wilayah mereka dilingkupi musim dingin hampir sepanjang tahun, sehingga kelaparan dan hawa dingin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Alasan mengapa orang-orang masih bisa bertahan hidup di desa terpencil ini adalah karena desa mereka berada di jalur perdagangan penting bagi para saudagar.
Para pedagang dari kerajaan membawa bahan makanan dan besi dari timur, sementara penduduk desa menukarnya dengan bulu hewan berkualitas tinggi dan madu.
Karena itu, prajurit dari klan lebih mirip pemburu daripada ksatria, sementara para petani budak bekerja keras mengolah tanah yang tandus.
Tempat ini berada di batas antara peradaban dan kebuasan.
Klan Kobarov adalah tempat di mana nafsu liar yang tak terkendali masih berkembang.
─⋅⋆⋅⚔︎⋅⋆⋅─
Victor, nama baru Kim Chul-su di dunia ini, terlahir sebagai anak ketiga dari Klan Kobarov.
Meski sudah lima belas tahun berlalu sejak Victor terlahir kembali di dunia ini, ia masih kesulitan beradaptasi dengan kehidupan yang barunya.
Begitu besar perbedaan antara kehidupan lamanya dengan kehidupannya yang sekarang.
Di sini pemikirannya masih terbelakang, dan orang-orangnya kasar.
Cuaca yang keras dan makanan yang selalu kurang membuat segalanya semakin sulit.
Mungkin karena itulah, meskipun Victor adalah anak bangsawan, putra dari penguasa desa, ia tidak mendapat banyak rasa hormat.
Di tanah yang liar ini, tradisi menghargai dan saling perduli, yang lazim di dunia modern, nyaris tak ada.
Satu-satunya momen ketika Victor bisa merasakan sedikit nuansa peradaban adalah ketika ia mengikuti pendeta gereja ortodoks yang datang untuk membantu desa terpencil ini.
Namun, ketika Victor berusaha mendekati pendeta untuk merasakan harapan, anggota klan lainnya justru memandangnya dengan rasa tak suka.
Hal itu karena klan Victor belum sepenuhnya mengadopsi ajaran gereja ortodoks.
Namun, Victor sedari dulu memang tak bisa akur dengan saudara-saudaranya.
Di dalam klan ini, hubungan antar saudara terasa seperti persaingan sengit.
Hanya ada satu orang yang bisa mewarisi tanah kecil milik Klan Kobarov, yang tak seberapa ini.
Bahkan, ibunya meninggal tak lama setelah melahirkannya.
Saudara-saudara tirinya dan bahkan ayahnya sendiri memperlakukannya dengan sangat acuh dan penuh rasa curiga.
Dikucilkan oleh anggota klannya, Victor pun akhirnya terbiasa hidup sendiri.
•────────────⋅⋆⋅⚔︎⋅⋆⋅────────────•