Sang Raja Mayat Hidup dari Istana Kegelapan - Chapter 18
✥――――――――――――――――――――――――✥◈✥⚜✥◈✥――――――――――――――――――――――――✥
Suasana di sekitar Lord tampak seram. Aura kekuatan yang dipancarkannya bahkan membuatku, seorang Undead, merasa takut akan kengeriannya.
Seiring dengan itu, ekspresi budak bernama Ruu juga semakin gelisah.
Meski dibentak-bentak, ia tetap mengikuti intruksi Lord untuk membantu melakukan eksperimen itu.
Di sisi lain, apa yang kulakukan tak berubah.
Aku tidak berlatih pertempuran, melainkan hanya mengikuti perintah Lord untuk mengumpulkan kekuatan kematian.
Isi paket yang kedua kali kuterima dari Hack juga berupa taring hitam yang serupa.
Aku tidak tahu apa sebenarnya yang akan dilakukan dengan benda-benda itu, tapi aku tetap melakukan semua yang kubisa. Selanjutnya, hanya bisa pasrah pada nasib.
Pertarungan antara Nekcomancer dengan Orde Akhir Zaman. Lord dan Senri. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang?
Apapun hasil akhirnya, situasi pasti akan berubah. Aku merasakan kegundahan di dalam diri.
Akankah aku bisa bertahan hidup dari kekacauan ini, di mana peluang kemenangan begitu kecil?
Setelah berburu, Lord yang jarang memanggilku tiba-tiba memanggil dan berkata, “End. Kita akan melakukan ritual. Setelahnya, kau akan menjadi yang terkuat. Yang terkuat – Raja Orang Mati.”
“Terkuat… apa maksudnya?”
Itu adalah pertanyaan tulus dari lubuk hatiku.
Apa artinya menjadi yang terkuat? Jika melakukan ritual itu, akankah aku bisa menjadi lebih kuat daripada Senri dan para Ksatria Akhir Zaman yang memiliki kekuatan supernatural luar biasa itu? Akankah aku bisa menundukkan mereka? Akankah aku bisa hidup dengan tenang tanpa terikat siapapun?
Namun, Lord tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya menatapku dengan sorot mata penuh kesenangan yang bersinar.
Tentu saja. Kata-katanya itu bukan untuk mengharapkan jawaban dariku, melainkan hanya gumaman untuk dirinya sendiri.
“Tapi, untuk itu, setidaknya kau harus berubah menjadi ‘Pengembara Kegelapan’. Ah, tidak, seharusnya begitu. Kau adalah spesimen terbaik dari Undead yang pernah saya tangani, tapi sebagai Zombie kau terlalu lemah. Seharusnya kau menunggu berubah menjadi ‘Vampir Tingkat Bawah’ terlebih dulu, baru aku akan memutuskan. Tapi dengan Ksatria Tingkat Tinggi yang semakin mendekat, tidak ada waktu lagi. Kau, End, adalah Undead terakhir yang kumiliki saat ini.”
Tingkat evolusi. Semakin tinggi, semakin banyak energi yang dibutuhkan dan semakin sulit untuk berubah.
Sebagai diriku yang belum bahkan menjadi ‘Vampir Tingkat Bawah’, itu masih merupakan pembicaraan yang jauh ke depan.
Menurut Lord, laju evolusiku terbilang tidak biasa. Jika apa yang dikatakannya benar, maka menjadikan aku sebagai Raja Orang Mati tampaknya telah lama menjadi impiannya.
Suara Lord terdengar sedikit bersemangat, seolah ia kurang tidur.
“Jiwamu – terus jatuh ke arah kegelapan. Kau mengerti, ‘Pengembara Kegelapan’… Masih sempat. Kutukanku ‘Pembimbing Jiwa Tersesat’ tidak akan mudah dihancurkan. End, bunuhlah, bunuhlah! Kumpulkan kematian dengan sepenuh tenagamu! Telan mayat, jatuhkan jiwanya!”
“…Ah, tentu saja,”
Aku menjawab dengan tenang tanpa gejolak emosi.
Dalam diriku saat ini, Horos Karmen adalah lawan yang sepenuhnya menjadi musuh. Secara umum, ritual yang dilakukan oleh Necromancer tidak pernah berakhir baik.
“Sial, waktunya terbatas… Mereka datang pada saat kelemahan Undead – siang hari. Jangan sampai lengah barang sedikit pun!”
“Tidak perlu diperintah juga aku akan melakukannya.”
“Bagus. End, kembali ke tempat persembunyian!”
Bahkan di saat genting pun, Lord tidak pernah lalai dalam memberikan perintah.
Dengan sedikit rasa kagum, aku menuruti perintahnya untuk kembali ke tempat persembunyian. Ruu yang sedang membantu di ruang penelitian melirik ke arahku, tapi kami tidak saling bertatapan lama, karena urusan di antara kami sudah selesai.
Aku masih memiliki kartu as. Aku sudah menggunakannya satu kali, dan kemungkinan besar Lord belum menyadarinya.
Burung hantu peliharaannya mengawasiku diam-diam.
Lord berkata masih ada sedikit waktu tersisa. Tapi itu keliru.
Sudah tidak ada lagi waktu. Tidak ada waktu bagi Lord maupun kami.
Tekadku sudah bulat. Lawanku juga pasti sudah memantapkan tekad mereka. Yang belum siap hanyalah Lord.
✥◈✥⚜✥◈✥
Dan dua hari kemudian, berbeda dari biasanya, Lord datang dengan iringan tak terhitung banyaknya bersama Ksatria Rangka, wajahnya berubah tegang.
Waktunya kurang lebih sesuai dengan perhitunganku. Tanpa menunggu Lord bicara, aku sudah paham apa yang terjadi.
Dengan suara penuh amarah, Lord berkata terbata-bata, “Orde Akhir Zaman, mereka, datang. Terlalu cepat… Sial! ‘Pembimbing Jiwa Tersesat’ tidak bekerja, apa Hack berkhianat!? Tidak, tidak ada pilihan lain, bagaimanapun juga dia hanyalah seorang pedagang, bukan? Dia menjualku demi uang!”
“…”
Ruu terikat oleh perintah. Dan ada aku sebagai pengawasnya. Tampaknya bahkan Lord sekalipun tidak curiga pada budak-budaknya.
Matanya bersinar gelap, dipenuhi semangat tempur yang kuat.
“Untungnya, tidak ada Ksatria Tingkat Tinggi. Kita hanya bisa menghalau mereka. Membuat barrier untuk menahan waktu pun tidak ada waktu. Ritual juga belum selesai. Mereka – sudah ada di depan mata. Baiklah. Para munafik yang berusaha menghalangi impianku yang telah lama kupendam. Memang benar, ‘Raja Orang Mati’ belum sempurna – tapi akan kutunjukkan pada mereka rahasia terdalam dari Nekromancerku!”
✥――――――――――――――――――――――――✥◈✥⚜✥◈✥――――――――――――――――――――――――✥